Sambangan Perdana
Sambang Perdana PPAI An-Nahdliyah menjadi momen istimewa bagi para santri untuk kembali bertemu dan melepas rindu bersama orang tua serta keluarga setelah 40 hari tidak dijenguk. Suasana penuh kebahagiaan, kehangatan, dan haru mewarnai pertemuan tersebut, menciptakan kenangan indah bagi para santri dan keluarga. 🤍✨
8/16/20262 min read
Sambangan Perdana PPAI An-Nahdliyah: 40 Hari Menanti, Saatnya Melepas Rindu
PPAI An-Nahdliyah pada Minggu, 16 Agustus 2026, Setelah 40 hari menjalani hari-hari di pesantren tanpa dijenguk oleh orang tua maupun keluarga, akhirnya hari yang begitu dinantikan para santri PPAI An-Nahdliyah tiba. Minggu, 16 Agustus 2026, menjadi hari yang penuh kebahagiaan, kehangatan, sekaligus haru melalui kegiatan Sambangan Perdana.
Sejak jauh-jauh hari, para santri telah menantikan momen ini. Setelah sekian lama tidak bertemu secara langsung dengan keluarga, rasa rindu yang tersimpan akhirnya mendapatkan kesempatan untuk terobati. Antusiasme pun begitu terasa di kalangan para santri yang dengan penuh semangat menyambut datangnya hari sambangan.
Kegiatan Sambangan Perdana diawali dengan acara sosialisasi kepada para orang tua dan wali santri. Setelah rangkaian pembuka tersebut selesai, tibalah saat yang paling dinantikan: para santri bertemu dan berkumpul kembali bersama keluarga tercinta.
Suasana pun berubah menjadi begitu hangat. Senyum bahagia menghiasi wajah para santri ketika melihat kedatangan orang tua, saudara, dan sanak keluarga yang telah mereka rindukan selama 40 hari.
Ada yang langsung menyambut keluarganya dengan penuh kegembiraan. Ada yang begitu antusias menceritakan pengalaman selama berada di pesantren. Ada pula yang hanya ingin menikmati waktu bersama keluarga setelah sekian lama tidak bertemu.
Namun, di balik senyum dan kebahagiaan tersebut, tersimpan pula cerita tentang rindu yang terlalu lama dipendam.
Beberapa santri tak mampu menyembunyikan rasa haru ketika akhirnya bertemu kembali dengan orang-orang tercinta. Air mata yang jatuh bukan semata-mata karena kesedihan, tetapi menjadi gambaran betapa dalamnya rasa rindu yang selama 40 hari mereka simpan di dalam hati.
Empat puluh hari mungkin terasa singkat bagi sebagian orang, tetapi bagi para santri yang sedang belajar hidup jauh dari keluarga, waktu tersebut menjadi perjalanan yang penuh dengan cerita. Mereka belajar mandiri, belajar sabar, dan belajar menahan rindu demi menuntut ilmu.
Hari sambangan pun menjadi sebuah hadiah kecil setelah melewati hari-hari panjang tersebut.
Kebersamaan berlangsung dengan penuh kehangatan hingga pukul 14.00 WIB. Waktu yang terasa begitu cepat akhirnya membawa para santri dan keluarga kembali pada kenyataan bahwa pertemuan harus berakhir.
Ada senyum ketika bertemu, ada tawa ketika bercengkerama, dan ada air mata ketika harus kembali berpisah.
Meski hanya berlangsung beberapa jam, Sambangan Perdana meninggalkan kesan yang begitu dalam bagi para santri. Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa sejauh apa pun langkah seorang santri dalam menuntut ilmu, keluarga selalu menjadi tempat di mana rasa rindu menemukan jawabannya.
Hari itu bukan hanya tentang sambangan,
Hari itu adalah tentang 40 hari penantian yang akhirnya terbayarkan, tentang keluarga yang datang membawa kebahagiaan, dan tentang rindu yang akhirnya bisa dipeluk dalam sebuah pertemuan.
🌿 Sambangan Perdana PPAI An-Nahdliyah 2026
40 hari menanti, satu hari untuk melepas rindu, dan sejuta kenangan untuk dibawa kembali melanjutkan perjuangan sebagai santri.
DONASI DANA PEMBANGUNAN
Tata Cara Donasi Dana Pembangunan Jembatan. Donasi pembangunan jembatan Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah dapat disalurkan melalui rekening berikut:
BANK JATIM
No. Rekening: 1082001391 a.n. PPAI ANNAHDLIYAH
Konfirmasi& Informasi donasi dapat menghubungi:
•Ustad Nasron Aziz : 0823-37117933
•Ustad M. Ata Khoirlana: 081555942117
Atau donasi dapat disampaikan secara langsung ke Pondok Pesantren PPAI An-Nahdliyah.
